Halo! Welcome to my blog. Hari ini aku mau membahas hal yang berbeda dari biasanya yaitu tentang Perpustakaan Nasional RI. Siapa sih yang tidak kenal dengan perpustakaan hits ini. Perpustakaan Nasional memang sangat banyak diminati oleh berbagai kalangan karena memang tempatnya yang strategis, juga memiliki pemandangan yang indah yaitu monas dan kota jakarta. Perpustakaan Nasional memiliki gedung yang sangat tinggi dengan jumlah 27 lantai gedung yang terdiri 24 lantai dan tiga lantai di bawah tanah. Perpustakaan Nasional menjadi perpustakaan tertinggi di dunia, loh. Pastinya keren banget dan bangga Indonesia memiliki perpustakaan tertinggi.



Pada tanggal 15 Oktober 2021 aku berkesempatan untuk datang berkunjung ke perpustakaan Nasional. Selama pandemi perpustakaan masih menyesuiakan dengan keadaan saat ini. Maka dari itu sejak tanggal 27 September 2021 Perpustakaan Nasional baru membuka layanan untuk kapasitas kuota pemustaka 2000 orang per harinya. 

Tentunya ada ketentuan sesuai dengan standar protokol kesehatan seperti pembatasan pemustaka per lantainya. Waktu pelayanannya pun terbatas seperti pada hari senin hingga jumat dibuka pada pukul 08.00-16.00 WIB dan pada hari Sabtu dan Minggu tidak dibuka layanan pemustaka. Sebelum masuk datang ke perpustakaan aku sudah melihat berbagai kalangan umum dengan antusias datang ke perpustakaan untuk memanfaatkan layanannya, seperti mengerjakan tugas, melihat pameran, melakukan layanan keanggotaan, dan lain sebagainya.

Baca juga : My Experience Blogging

Sebelum masuk ke dalam perpustakaan apa sih ketentuan yang berlaku selama pandemi?

1. Pemustaka wajib scan QR Code melalui Aplikasi PeduliLindungi untuk syarat masuk dan keluar gedung Perpustakaan Nasional sebagai syarat sudah melakukan vaksinasi

2. Wajib mencuci tangan

3. Wajib mengunakan masker

4. Wajib menjaga jarak.

 

Layanan Keanggotaan

Sebelum masuk ke dalam perpustakaan aku tidak sabar untuk masuk ke dalam perpustakaannya karena memang setelah beberapa tahun aku baru kesana lagi. Disana banyak pengunjung yang berdatangan untuk menggunakan layanan yang tersedia. Sebelum aku ke lantai dua, aku harus meletakkan barang di ruangan tempat penyimpanan barang atau bisa disebut dengan loker. Pengunjung akan dikasih kunci dan tas khusus untuk menyimpan barang berharga. Setelah menyimpan barang berharga, aku beralih ke lantai dua yaitu layanan keanggotaan.

Layanan keanggotaan merupakan tempat untuk mendaftarkan diri menjadi anggota perpusnas. Nah, setelah mendaftarkan diri nantinya kita mendapatkan kartu keanggotaan yang memiliki banyak manfaat seperti :

1. Dapat menggunakan sarana penelusuruan.

2. Dapat menggunakan ruang baca.

3. Dapat melakukan pemesanan koleksi sebanyak tiga judul khusus.

4. Dapat melakukan pembuatan reproduksi koleksi.

 

Bagaimana cara membuat kartu keanggotaan?



1. Online

Dapat mendaftarkan diri melalui link http://keanggotaan.perpusnas.go.id

2. On Site

Mendaftarkan diri dengan datang langsung pada Lantai 2 Gedung Layanan Perpusnas RI jl. Medan Merdeka Selatan No. 11 Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10110

3. Dapat melakukan Verifikasi Data dan Foto

Dengan membawa kartu identitas seperti KTP, KIA, KK, dan KITAS. Setelah itu menunggu antrean dan melakukan foto diri.

4. Kartu selesai dan dapat digunakan untuk mengakses fasilitas layanan perpustakaan Nasional RI.


Pameran Foto

Setelah dari layanan Perpustakaan Nasional. Aku beralih ke lantai empat yang terdapat ruang kantin dan pameran foto.  Memang Perpustakaan Nasional memiliki layanan yang banyak, tidak hanya layanan sirkulasi, terdapat juga layanan pameran untuk memperkenalkan pengguna karya-karya anak bangsa yang dikumpulkan dan dipamerkan ke pengguna. Untuk kapasitas kunjungannnya pun terbatas yaitu maksimal 100 orang. Pameran diadakan mulai tanggal 15 Oktober 2021 hingga 28 Oktober 2021.  

Untuk menggunakan ruangan pameran terdapat peraturan yang harus ditaati seperti:

1. Pengguna tertib di dalam ruangan

2. Pengguna wajib menjaga kebersihan di dalam ruangan

3. Pengguna wajib menjaga fasilitas di dalam ruangan dan tidak memindahkan posisi barang tanpa sepengetahuan petugas.

4. Pengguna dilarang menggunakan fasilitas ruangan untuk kepentingan komersial dan politik. 


Pameran foto menyajikan beragam foto yang berbeda-beda dan unik-unik. Hal itu bikin aku tertarik untuk masuk lebih lanjut ke dalam pameran tersebut. Aku melihat figura yang super unik dengan konsep yang berbeda yaitu figura tiga dimensi yang menyajikan seorang wanita dan lorong sepi. Disituasi pandemi ini tidak dapat dipungkiri dapat mengusik sisi kerativitas manusia. Maka dari itu, dengan adanya pameran ini menjadi peluang untuk mengasah sklii di bidang seni lukis. Karya lukis menjadi salah satu bentuk hasil dari sebuah ekspresi perasaan dan imajinasi tinggi dari manusia.


Disana aku melihat konsep doodle, art desain, fotografi, dan terdapat sebuah tulisan dengan makna yang begitu dalam tertulis dalam sebuah kain putih. Cukup unik dengan konsep yang satu ini karena di atas kain tersebut terdapat dua kursi yang memiliki arti tersendiri. Pada pemeran ini pengunjung juga dapat turut serta menulis apa pun ke dalam sebuah kain yang memang telah disediakan.






Pameran ini banyak banget dikunjungi oleh pengguna untuk jadikan tempat foto karena memang tempatnya yang estetik, menampilkan gambar yang keren-keren, dan sangat amat nyaman tempatnya. Kalian wajib banget untuk datang ke sini.

Mungkin itu saja, perjalanan singkat aku untuk berkunjung ke Perpustakaan Nasional. Sebenarnya tempatnya sangat nyaman dan asiik banget untuk berlama-lama berada di perpustakaan. Karena memang keterbatasan waktu, mungkin the next aku akan kesana lagi untuk mengeksplore layanan perpustakaan. See you on next blog!

Baca juga: Experience my blogging